Beranda / Berita / Pengabdian

Pembinaan Da’i dan Da’iyah: Kolaborasi Kemenag Subang dan IMH Subang

Admin Web Pengabdian 20 May 2025 9 dibaca
Pembinaan Da’i dan Da’iyah: Kolaborasi Kemenag Subang dan IMH Subang

Peran Da’i dan Da’iyah merupakan elemen penting dalam meneruskan misi dakwah Rasulullah SAW, menyampaikan nilai-nilai Ilahiyah kepada masyarakat. Dalam rangka memperkuat ketahanan spiritual umat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang melalui Seksi Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi para Da’i dan Da’iyah pada Selasa, 20 Mei 2025, bertempat di Aula Kantor Kemenag Subang.
Kegiatan ini dihadiri oleh 63 peserta dari kalangan Penyuluh Agama. Kepala Kantor Kemenag Subang, Dr. H. Badruzaman, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya sensitivitas spiritual para pendakwah di era digital. Menurutnya, dakwah tidak lagi terbatas di mimbar dan forum keagamaan, melainkan perlu merambah media digital sebagai sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman. Ia menyatakan bahwa masyarakat saat ini berada dalam fase yang sangat dekat dengan teknologi, sehingga media sosial harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pendakwah. Ia juga mengingatkan agar dakwah dilakukan dengan semangat moderasi beragama.

Gambar Pendukung
Gambar Pendukung

Sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Dr. Adudin Alijaya—Dekan Fakultas Tarbiyah dari Institut Miftahul Huda (IMH) Subang—menyoroti pentingnya kompetensi luas yang harus dimiliki oleh para da’i. Menurutnya, pendakwah harus memperkaya diri melalui kajian literatur klasik dan kontemporer. Metode dakwah konvensional dianggap tidak lagi cukup untuk menjangkau masyarakat yang kini bersifat pragmatis, realistis, bahkan kritis. Dalam konteks ini, Islam telah menawarkan tiga pendekatan utama, yakni: Hikmah, Mau’izhah Hasanah, dan Mujadalah, yang relevan dengan dinamika masyarakat modern. Alijaya menekankan bahwa pendekatan Mujadalah menjadi tantangan utama karena masyarakat kini telah memasuki fase kritis secara spiritual berkat pengaruh media sosial.
Selain itu, Alijaya yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua ADDAI (Asosiasi Da’i dan Da’iyah Indonesia) Wilayah Jawa Barat, mendorong para da’i untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan pesantren formal. Ia menyarankan para pendakwah memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman keagamaan secara ilmiah dengan menempuh pendidikan tinggi yang terjangkau. Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama strategis antara IMH Subang dan Kemenag Subang, dalam upaya membentuk masyarakat Subang yang unggul dan bermartabat.

Tinggalkan Komentar

😊😂👍❤️🔥👏😍🎉🤔😎✨🙌

Daftar Komentar 0

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!